WELCOME IN MY BLOGGER

Anggap aza......... Blogger Senddiri

Jumat, April 24, 2009

JAGO STRATEGI


Bukan tanpa modal dan konsep jika Ancelotti berani menantang Eropa. Dia termasuk ahli strategi yang mampu meladeni permainan tim mana pun. Terbukti, Milan dibawah Ancelotti selalu menggigit setiap tampil di Liga Champions.bahkan saat timnya dianggap sedang bermasalah pun, dia mampu membawanya ke tingkat persaingan tinggi.
Tidak mudah berkompetisi di Liga Champions. Selain butuh materi pemain yang lengkap, juga strategi yang jitu. Tapi, Ancelotti selalu melewati partai-partai sulit, termasuk saat menghadapi tim besar Bayer Muenchen dan Mancester United musim ini. Tanpa strategi yang baik dan jitu, mustahil melewati rintangan-rintangan berat tersebut.
Bukan sekedar keberuntungan pula jika Carletto dua kali sukses di Eropa, mengingat setiap jalan yang dilalui slalu terjal. Bahkan, kalau tak sial di musim 2004-05, dia seharusnya sudah membawa tiga gelar.
Ancelotti pernah mengatakan, “Ada yang bilang saya beruntung karena mempunyai tim yang baik. Syukur saya punya keberuntungan itu. Tapi banyak pula klub yang bertabur keberuntungan itu tidak mampu melakukan seperti yang kami lakukan.”
Kekuatan Ancelotti adalah melakukan keseimbangan permainan. Disaat lini depan dianggap menjadi titik lemah, dia mengatasinya dengan formasi 4-4-1-1 dengan Kaka` sebagai pemain belakang Striker. Faktanya, pertahanan tetap kokoh, lini tengah solid dan kreatif, sedangkan lini depan tetap tajam. Sepuluh gol Kaka` di UCL d006-07 menjadi buktinya. Secara keseluruhan, Milan mencetak 23 gol dan hanya kemasukan 11.
“Tim kami tidak terlalu banyak berubah. Bisa memberi tekanan yang berbeda setiap pertandingan.”jelasnya.
Setiap perbedaan itu tak lepas dari kejelian Ancelotti. Jadi, teralu merendahkan jika dia hanya mengandalkan keberuntungan. Racikannya memang tak seekplosif Milan era Sacchi kala merajai Eropa. Tapi, tetap saja permainan Milan selalu meyakinkan.
Jika dia menyatakan akan memburu Liga Champions berikutnya, berarti itu adalah ancaman bagi calon lawan-lawannya.
APAKAH......AKAN TERBUKTI....? Biarlah Waktu yang menentukan...!

BAGAIMANA HISTORY SELANJUTNYA.........Apakah Akan Ada 8 Volte Campione atau bahkan 9 Volte Campione dalam waktu dekat?
Biarlah Waktu yang menentukan...Pula!

Baju AC.MILAN Season 2008-2009

Baju Kandang (Home)

Baju Tandang (Away)





Jumat, April 03, 2009

THE HISTORY of AC MILAN


Masa kejayaan Milan di era sepakbola modern adalah pada awal dekade 90-an ketika merajai Liga Italia di bawah asuhan Arrigo Sacchi, dan diteruskan oleh Fabio Capello. Puncaknya, Milan merebut trofi Liga Champions pada tahun 1994 dengan mengalahkan Barcelona di final. Sepeninggal Capello (yang menyeberang ke Spanyol untuk melatih Real Madrid), Milan terus menurun dan baru bisa meraih gelar juara Liga Italia pada musim kompetisi 1998/1999 di bawah asuhan pelatih Alberto Zaccheroni. kemudain digantikan oleh pelatih asal Turki, Fatih Terim. Karena surut gelar, kemudian diganti oleh mantan pemain Milan, Carlo Ancelotti. Ancelotti membawa Milan meraih gelar juara Liga Champions pada musim 2002/2003 ketika mengalahkan Juventus lewat drama adu pinalti di Manchester, Inggris. Milan terakhir kali meraih gelar prestisus dengan merebut juara Liga Italia pada musim kompetisi 2003/2004 sekaligus menempatkan penyerang Andriy Shevchenko sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Italia. Pada musim kompetisi Liga Italia Seri A 2006/2007, Milan terkait dengan skandal calciopoli yang mengakibatkan klub tersebut harus memulai kompetisi dengan pengurangan 8 poin. Meskipun begitu, publik Italia tetap berbangga karena di tengah rusaknya citra sepak bola Italia akibat calciopoli, Milan berhasil menjuarai kompetisi sepakbola yang paling bergengsi di dunia, Liga Champions. Hasil itu didapat setelah Milan menaklukkan Liverpool 2-1 lewat dua gol Filippo Inzaghi. Gelar inipun menuntskan dendam Milan yang kalah adu penalti dengan Liverpool dua tahun silam. Gelar pencetak gol terbanyakpun disabet pemain jenius Milan, Kaká dengan torehan 10 gol.