WELCOME IN MY BLOGGER
Anggap aza......... Blogger Senddiri
Selasa, November 17, 2009
Ronaldinho "Klik" Dengan Leonardo
MILAN -
MILAN -
Kehadiran Leonardo di San Siro ternyata mengembalikan senyum Ronaldinho. Gelandang AC Milan ini mendapatkan kembali karier yang sempat merosot di tangan Carlo Ancelotti.
Ronaldiho tak banyak mendapat peluang bermain saat Milan berada di tangan pelatih lawas, Carletto. Tapi sekarang, Leonardo tak kurang mempercayakan skuad padanya. Tak heran, Dinho menyalahkan Carletto akibat kemunduran performanya musim lalu.
"Apa yang terjadi setelah kedatangan Leonardo menggantikan Ancelotti? Saya kembali bermain," sindir Dinho pada manajer Chelsea itu kepada Forza Milan, Selasa (17/11/2009).
"Saya merasa jauh lebih sehat, baik fisik maupun mental. Saya lebih leluasa beradaptasi dengan sepakbola Italia dan mempraktikkan bahasanya," lanjut pemain internasional Brasil.
"Saya merasa klik dengan Leonardo dan senang akannya, kendati sulit memenangkan hatinya supaya saya bisa terus bermain. Saya bersemangat bila bekerja bersamanya. Dia selalu antusias dan berenergi," pujinya.
"Dia sosok yang siaga. Klub mengambil keputusan tepat dengan mempercayakan kursi kepelatihan padanya," tandas Dinho.
Sabtu, November 14, 2009
Bonera : Milan Mampu Lewati Masa SulitMILAN - AC Milan akan menjalani jadwal ketat nan berat sebelum libur Natal. Namun bek Rossoneri Daniel Bonera meyakini timnya bakal melewati jadwal tersebut dengan mulus dan mampu meraih sukses di akhir musim nanti.
Ya, sekira satu bulan ke depan, setiap tim akan menjalani jadwal padat sebelum memasuki periode libur Natal dan Tahun Baru 2010. Nah, Milan menjadi salah satu tim yang akan mengisi jadwal ketat tersebut dengan pertandingan berat. Tercatat, tiga hari sekali, klub asuhan Leonardo Araujo akan melakoni tujuh laga: lima di Serie A dan dua di Liga Champions.
Dari lima jadwal ketat di Serie A, Il Diavolo akan menghadapi tiga lawan berat, yakni Sampdoria, Palermo dan Fiorentina. Sementara di Liga Champions, Milan harus mampu menaklukkan Olympique Marseille dan FC Zurich untuk bisa memastikan lolos ke fase knock out.
Menyikapi jadwal ketat ini, Bonera percaya timnya akan mampu melewatinya dengan baik. Mantan bek FC Parma ini menilai Milan telah stabil dan memiliki skuad yang seimbang.
"Kami akan menghadapi serangkaian jadwal ketat, karena harus bermain setiap tiga hari sekali. Ini pastinya tidak mudah," ujar Bonera sebagaimana dikutip Milan Channel, Sabtu (14/11/2009).
"Bagaimanapun, tim ini dan sang pelatih telah melakukan semuanya dengan benar dan menemukan kekuatan yang tepat. Kami bahkan mampu melakukan pergantian (pemain) tanpa mengubah efektifivitas tim," tambahnya.
"Kami memang memulai kompetisi dengan buruk, namun kini kami telah membuktikannya. Saya yakin, dengan berbagai peleburan yang kami lakukan, kami bisa meraih hasil apik di akhir musim," lanjut bek 28 tahun ini.
Ya, setelah mengawali musim dengan buruk dan sempat terbenam di papan tengah, Milan memang telah kembali ke trek juara. Dalam delapan pertandingan terakhir, Alexandre Pato dkk belum sekalipun menelan kekalahan. Alhasil, kini Rossoneri berhasil meroket ke posisi tiga klasemen dan hanya terpaut dua poin dari Juventus di posisi dua.
Jumat, November 13, 2009
Abate Bangga Kembali Berkostum Milan
MILAN
MILAN
- Ignazio Abate tetap sabar kendati terus menjalani karirnya sebagai pinjaman. Namun kini, gelandang muda Rossoneri ini mengaku bangga bisa benar-benar menjadi bagain dari AC Milan.
Sejak bergabung dengan Milan pada 2004 lalu, Abate menjalani masa sulit di Milanello (markas Milan). Gelandang 23 tahun ini gagal menembus skuad inti dan kerap dipinjamkan ke klub lain. Tercatat, Abate menjalani masa pinjaman di empat klub berbeda; Napoli, Sampdoria, Piacenza dan Modena, sebelum dilepas ke Empoli pada musim 2007/2008.
Semusim di Empoli, Abate dijual ke Torino dan berhasil menampilkan performa apik. Milan pun kembali melirik. Kendati menyimpan kenangan pahit selama di Milan, namun Abate tak lantas menyimpan dendam terhadap klubnya itu. Abate pun dengan tangan terbuka kembali menerima pinangan Milan pada awal musim ini.
Keputusannya menerima lamaran Milan kali ini pun terbilang tepat. Pelatih anyar Il Diavolo Leonardo Araujo memasukkan sebagai pemain inti dalam skuadnya. Dari 12 partai Serie A, Abate delapan kali mendapat kepercayaan Leo tampil sebagai starter. Hal ini jelas membuatnya bangga bisa kembali menjadi bagian dari skuad I Rossoneri.
"Dalam beberapa tahun terakhir, saya mendapat banyak pengalaman bermain di klub-klub Italia. Saya senang dengan pengalaman ini, sebab semua yang saya lakukan ini semakin membuat saya menjadi pribadi dan pemain yang dewasa," papar Abate sebagaimana dikutip Milan Channel, Jumat (13/11/2009).
"Hal terpenting bagi saya sekarang adalah, saya telah kembali ke Milan, dan saya sangat bangga bisa mengenakan kostum ini lagi," lanjutnya.
Kamis, November 12, 2009
Moggi Lecehkan Ronaldinho
TURIN
TURIN
- Mantan transfer guru Juventus Luciano Moggi membuat panas telinga bintang AC Milan Ronaldinho. Dia melecehkan kemampuan pemain asal Brasil tersebut.
Belakangan Ronnie dinilai sudah mulai menunjukan kemampuan terbaiknya lagi. Dia berhasil membantu Rossoneri beranjak dari keterpurukan hingga kini bisa mencuat ke peringkat ketiga klasemen Serie A dan menjadi pemuncak di Grup C Liga Champions.
Tapi Moggi tidak setuju dengan hal tersebut. Baginya, Ronaldinho saat ini sama saja dengan yang lalu. Keberadaannya di Milan tidak sedikitpun memberikan kontribusi positif.
"Ronaldinho? Dia tidak memberikan efek positif kepada tim saat berada di lapangan, terlebih jika berada dalam kepungan lawan," seru Moggi seperti dikuti 7Gold, Kamis (12/11/2009).
Mastermind skandal Calciopoli tersebut kembali menambahkan "Saya rasa Ronaldihno adalah tipe pemain yang hanya bisa tampil baik jika timnya juga sudah bermain bagus"
Galliani : Skema Offensif Leo, Terlalu Beresiko
M
M
ILAN - Perubahan patron yang disung pelatih AC Milan berbuah manis. Namun, strategi offensive yang kini diandalkan Leo justru mendapat kecaman dari wakil presiden klub, Adriano Galliani.
Ya, sejak mengganti patrol lawas 4-4-2 ke patron modern 4-4-3 yang lebih menyerang, Leo sukses membawa Rossoneri bangkit dari keterpurukan. Dalam tujuh laga yang dimainkan, Milan belum pernah kalah dengan meraup lima kemenangan dan dua hasil imbang. Salah satu yangt paling membanggakan tentu kemenangan 3-2 atas Real Madrid pada leg pertama penyisihan Grup C Liga Champions, di Santiago Bernabeu.
Kendati mennuai hasil positif, Galliani justru mengaku tidak nyaman dengan patron tiga striker yang diusung Leo. Menurutnya, strategi tersebut terlalu beresiko. Milan dinilainya tidak seimbang.
"Dengan empat pemain yang memiliki fokus untuk maju membantu serangan, Milan beresiko besar kehilangan keseimbangan saat mengantisipasi serangan balik," papar Galliani sebagaimana dikutip Studio Sport, Kamis (12/11/2009).
Kendati mengaku beresiko, namun Galliani tidak berani mengambil tindakan. Pasalnya, presiden klub Silvio Berlusconi menentukan apa yang dikehendakinya. "Presiden klub (Berlusconi) menyukai sistem baru ini dan mengharapkan hasil positif," tukasnya.
Selain berbicara mengenai strategi yang diusung Leonardo, pada kesempatan kali ini, Galliani juga berencana menurunkan harga tiket di paruh musim ini. Hal ini bertujuan untuk mengembalikan antusiasme Milanisti untuk datang ke San Siro, terutama setelah mengalami penurunan drastis di awal musim ini.
"Yang membuat saya kecewa adalah, kami kehilangan 16.000 lembar tiket terusan, dari total yang kami dapatkan musim lalu. Atas hasil ini, saya ingin memberiktahukan kepada mereka bahwa kami akan memberikan penawaran spesial mulai dari Tahun Baru, kepada siapapun berlangganan," lanjut Galliani.
"Ini bukan semata-mata karena kami menginginkan pemasukan lebih. Kami hanya kecewa karena hanya 40.000 Milanisti yang hadir saat kami berhadapan dengan AS Roma," tutupnya.
Seedorf Impikan Main Di Premier League
MILA
MILA
N - Gelandang gaek AC Milan Clarence Seedorf telah mengeruk sukses di tiga kompetisi elit dunia, Belandan, Spanyol dan Italia. Kini, gelandang asal Belanda ini berharap bisa melengkapi suksesnya dengan bermain di pentas Premier League. Mampukah?
Ya, sejak memulai karirnya sepakbola professional, Seedorf diketahui telah mencicipi ketatnya berbagai kompetisi di benua Eropa. Hebatnya, di seluruh kompetisi yang dimainkannya, gelandang 33 tahun ini selalu mampu mereguk sukses.
Mengawali karir di tanah kelahirannya di Belanda bersama Ajax Amsterdam, Seedorf sukses mengantar Ajax menjarai Liga Champions pada 1995. Sukses di Belanda, Seedorf merambah Spanyol dan bergabung bersama Real Madrid. Tiga musim bersama El Real, gelandang kelahiran Suriname ini kembali menggondol trofi Liga Champions pada 1998.
Tak puas sampai disitu, Seedorf melanjutkan suksesnya di Italia bersama AC Milan yang diantarnya dua kali merengkuh trofi tertinggi di benua Biru pada musim 2003 dan 2007. Namun, sederet sukses ini masih belum membuatnya puas. Seedorf pun mengaku ingin bergabung dengan klub Inggris dan meraih sukses di Negeri Ratu Elizabeth.
Peluang Seedorf merumput di Inggris sebenarnya terbuka lebar saat pelatih Carlo Ancelotti mengajaknya ikut bersamanya hijrah ke Chelsea pada awal musim lalu. Sayangnya, saat itu Seedorf menolak dengan alasan loyalitas kepada Rossoneri. Namun, kali ini mantan gelandang Inter Milan ini mulai membuka pintu untuk merumput di Inggris.
"Itu (bermain di Inggris) selalu menjadi impian saya. Tiga negera yang saya impikan adalah Spanyol, Italia dan Inggris. Saya akan sangat bahagia jika bisa merumput dan meraih sukses di tiga kompetisi elit tersebut," papar Seedorf sebagaimana dikutip TalkSport, Kamis (12/11/2009).
"Bermain di Inggris merupakan impian yang belum terwujud, namun siapa tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi, untuk saat ini saya masih sangat bahagia bersama Milan," tambahnya.
"Tapi, sekali lagi siapa yang tahu. Saya tak pernah mengatakan tidak, jadi, kita lihat saja apa yang akan terjadi di masa depan," tukas gelandang kelahiran Paramaribo 1 April 1976 ini.
Operasi Kedua Nesta Berjalan Mulus
MI
MI
LAN - Bek tangguh AC Milan Alessandro Nesta harus dua kali menjalani operasi hidung. Namun, operasi kedua yang dijalaninya berjalan dengan sukses. Nesta pun dikabarkan siap kembali membela I Rossoneri dalam waktu dekat.
Seperti diketahi, Nesta mengalami cedera patah tulang hidung saat mengantar Milan menundukkan Chievo Verona 2-1 pada lanjutan Serie A, (25/10/2009) lalu. Atas cedera tersebut, Nesta pun harus menjalani operasi hidung.
Namun, dua pekan setelah melakukan operasi tersebut, Nesta harus kembali naik ke meja operasi untuk menyempurnakan kondisi tulang hidungnya.
"Kubu AC Milan mengkonfirmasi bahwa Alessandro Nesta telah menjalani operasi untuk menghilangkan keretakan kecil yang terjadi pada tulang hidungnya. Operasi kedua ini dilakukan Dikter Paolo Marconi di Klinik Letizia, Milan, dan berjalan lancar," tulis pernyataan kubu Milan lewat situs resminya, Kamis (12/11/2009).
"Atas suksesnya operasi ini, sang pemain (Nesta-red) bakal bisa kembali berlatih dalam tiga atau empat hari ke depan," tambah pernyataan tersebut.
Dengan kabar ini, kubu Milan menyakini jika Nesta bakal siap kembali memperkuat Il Diavolo saat berhadapan dengn Cagliari, dua pekan mendatang, atau usai jeda laga internasional, akhir pekan ini.
Rabu, November 11, 2009
Rui Costa : Ronaldinho Mukjizat Milan
ROMA - Ronaldinho mengagumkan
ROMA - Ronaldinho mengagumkan
! Demikian pujian mantan maestro lini tengah AC Milan Rui Costa untuk motor skuad Leonardo Araujo itu.
Di mata mantan pemain internasional Portugal, Dinho lah aktor utama kesuksesan Rossoneri mengganjal jerat Lazio, pekan lalu. Bantuan pilar 29 tahun pada Alexandre Pato, menurut Costa, sungguh luar biasa.
Tak heran, Rui Costa cukup yakin Ronaldinho akan menjadi kunci sukses Diavoli bila dirinya mampu mempertahankan performa.
"Saya melihat apa yang dilakukannya saat melawan Lazio-umpan silang yang indah," cetus Rui Costa kepada Il Corriere Dello Sport, Rabu (11/11/2009), "Bak mukjizat, tak banyak yang bisa melakukannya."
"Jarang ada pemain yang mampu mengumpan bola dari segala arah," pujinya.
"Leonardo pasti telah banyak memolesnya demi kebaikan Milan, dan dunia sepakbola. Jangan lupa dia pernah meraih Ballon d'Or," tambah direktur Benfica.
Langganan:
Postingan (Atom)













































